<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Welcome to Your Sintaks by John Sadewa</title>
	<atom:link href="http://mesinuangglobal.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://mesinuangglobal.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Fri, 06 Aug 2010 06:29:34 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.2</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<item>
		<title>Metode untuk menjadi kaya</title>
		<link>http://mesinuangglobal.com/metode-untuk-menjadi-kaya/</link>
		<comments>http://mesinuangglobal.com/metode-untuk-menjadi-kaya/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 06 Aug 2010 06:24:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>John Sadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[mindset sukses]]></category>
		<category><![CDATA[pikiran sukses]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mesinuangglobal.com/?p=139</guid>
		<description><![CDATA[Semua kekayaan bermula dari pikiran, yang menjadi sumber sukses finansial bagi beberapa orang terkaya didunia seperti Bill Gates, Ross Perot, Sam Walton atau Steven Jobs. Mereka semua menemukan cara untuk merubah ide, informasi, sistem menjadi manfaat yang bernilai jual&#8230; tinggi, sehingga mampu membangun kerajaan bisnis mereka.

Teorinya, untuk menjadi kaya, anda harus mempunyai kemampuan untuk memperoleh [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semua kekayaan bermula dari pikiran, yang menjadi sumber sukses finansial bagi beberapa orang terkaya didunia seperti Bill Gates, Ross Perot, Sam Walton atau Steven Jobs. Mereka semua menemukan cara untuk merubah ide, informasi, sistem menjadi manfaat yang bernilai jual&#8230; tinggi, sehingga mampu membangun kerajaan bisnis mereka.</p>
<p><a href="http://mesinuangglobal.com/wp-content/uploads/2010/08/mindset.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-140" title="Auro kekuatan pikiran" src="http://mesinuangglobal.com/wp-content/uploads/2010/08/mindset.jpg" alt="" width="176" height="175" /></a></p>
<p>Teorinya, untuk menjadi kaya, anda harus mempunyai kemampuan untuk memperoleh penghasilan jauh lebih banyak dari pengeluaran anda. Saya mempunyai pertanyaan sederhana: Bisakah anda memperoleh penghasilan dua kali lebih banyak dari penghasilan sekarang dengan waktu yang sama? Tiga kali? Sepuluh kali? Apakah mungkin bagi anda untuk mendapatkan penghasilan 1000 kali lebih banyak dari pendapatan sekarang dengan waktu yang sama? Tentu saja anda bisa, jika anda bisa menemukan cara atau manfaat yang bernilai 1000 kali lebih banyak dari nilai yang sekarang anda berikan, baik kepada perusahaan anda maupun kepada pelanggan anda.</p>
<p><span id="more-139"></span></p>
<p>Kunci kekayaan adalah dengan menjadi dan memberikan nilai dan manfaat yang berharga, kepada orang lain, dan menukarkannya dengan uang sebagai kompensasi. Jika anda mempunyai keterampilan lebih, kecerdasan lebih, mempunyai produk/jasa yang lebih inovatif atau lebih berdaya jual tinggi, maka orang lain atau boss anda atau pelanggan anda, akan membayar anda lebih banyak, dan anda akan menjadi lebih kaya dari sebelumnya. Sebagai ilustrasi: Mengapakah dokter dibayar lebih mahal dari penjaga pintu hotel? Jawabannya mudah: Dokter memberi nilai tambah lebih banyak. Ia telah belajar dan bekerja keras untuk menjadi dokter, sehingga ia bisa menolong menyembuhkan penyakit dan membukakan pintu kehidupan. Sedangkan untuk membukakan pintu hotel, siapapun bisa melakukannya tanpa perlu belajar. Mengapakah pengusaha yang sukses juga menjadi kaya secara finansial dan dihormati orang? Karena mereka memberi nilai atau manfaat tambah kepada konsumen dibandingkan dengan perusahaan sejenis atau pengusaha lainnya. Ada dua hal pokok yang diciptakan oleh pengusaha sukses, yaitu yang pertama adalah kemampuannya untuk memberi manfaat yang dapat meningkatkan kualitas hidup pelanggannya melalui penggunaan produk/jasanya. Hal kedua adalah karena dalam menjalankan usahanya, pengusaha menciptakan lapangan kerja. Karena pekerjaan itu banyak karyawan yang bisa menyekolahkan anak-anaknya bahkan menjadi dokter, pengacara, guru atau profesi lainnya yang bisa memberi manfaat lagi kepada masyarakat yang lebih luas. Belum lagi jika kita tambahkan bahwa keluarga karyawan yang membelanjakan gajinya akan menghidupkan sektor bisnis lainnya yang menciptakan kesejahteraan lain. Ketika Ross Perot ditanya rahasia kesuksesan finansialnya, ia menjawab, &#8220;What I can do for this country is creating jobs. I&#8217;m pretty good at that, and Lord knows we need them.&#8221; Pelajaran ini sederhana: Semakin banyak anda memberikan manfaat kepada orang lain, maka semakin besar anda akan dihargai dan dibayar. Dan anda tidak harus menjadi pengusaha untuk bisa menambah nilai/manfaat. Tapi setiap hari anda harus selalu mengembangkan pengetahuan, keterampilan dan kemampuan untuk bisa memberi manfaat lebih. Itulah sebabnya mengapa self-education menjadi penting. Pertanyakanlah diri anda setiap hari: &#8220;Bagaimana caranya agar saya bisa menjadi lebih bermanfaat bagi perusahaan saya? Bagaimana cara saya mencapai produktivitas lebih banyak dengan waktu yang lebih sedikit? Adakah cara lain agar saya dapat memangkas biaya dan meningkatkan kualitas? Adakah sistem lain atau aplikasi teknologi lain yang memungkinkan perusahaan saya lebih maju dan lebih untung? Bagaimanakah cara saya lebih memuaskan pelanggan agar mereka membeli lebih banyak dan lebih sering? Dll. Jika anda bisa memberi lebih banyak manfaat kepada orang lain, maka andapun akan menerima jasa dan penghargaan finansial lebih banyak dari sebelumnya. Sekalipun konsepnya sederhana namun saya menyadari bahwa tidak banyak orang yang melakukannya, sehingga tidak mengherankan jika orang kaya itu tergolong sedikit. Satu dan lain hal adalah kepercayaan salah yang dimiliki banyak orang, yaitu ingin mendapat &#8220;something for nothing&#8221;, seperti mental kebanyakan karyawan yang menginginkan gaji dan kariernya selalu naik, tanpa memperdulikan apakah produktivitas dan kontribusi mereka naik atau tidak, menjijikan bukan? Kenaikan gaji apalagi promosi karier, haruslah sebelumnya didahului dengan peningkatan produktivitas dan pemberian extra manfaat oleh karyawan, sebab jika tidak demikian, kondisi keuangan perusahaan bisa terganggu, karena melakukan pengeluaran biaya extra tanpa disertai dengan peningkatan penghasilan. Sebaliknya, perusahaanpun harus jeli didalam memperlakukan karyawannya, karena mereka adalah asset. Jadi jika ada karyawan yang digaji 50 juta setahun dapat memberikan penghasilan atau manfaat senilai 500 juta, mengapa tidak menghargai karyawan tersebut dengan memberikan bonus dan atau pendidikan extra untuk meningkatkan kompetensi dan motivasinya, agar dilain waktu ia bisa memberikan penghasilan atau nilai manfaat satu milyar misalnya. Jika anda tidak memperhatikan dan menghargai prestasi karyawan, maka mereka akan meninggalkan anda! Selanjutnya adalah mengakumulasi kekayaan anda. Sebagaimana yang saya tulis disub bab &#8220;Penyabot Kemakmuran&#8221;, untuk menjadi kaya tidak cukup dengan hanya terus mencari uang lebih banyak, melainkan dengan cara &#8220;spend less than you earn and invest the difference&#8221;. Contoh contoh kasus sudah cukup banyak tentang kehidupan orang yang berpenghasilan besar -apakah selebritis, atlet, profesional ataukah pengusaha- namun yang segera berakhir melarat, karena gaya hidup foya-foya yang menghamburkan uang secepat mereka mendapatkannya. Akibatnya, jika penghasilan mereka menurun dan atau jika mereka mendapat musibah yang memerlukan biaya extra, mereka akan jatuh susah, bahkan menyusahkan orang lain! Biasakanlah diri anda untuk mempertanyakan diri sebelum berniat membelanjakan uang anda: &#8220;Do I really need this?&#8221; dan &#8220;What&#8217;s the minimum I can pay to get it?&#8221; Saya serius dalam menekankan bahwa anda harus mau dan mampu menciptakan surplus keuangan dan menginvestasikannya kembali. Sebab jika tidak, maka sampai kapanpun anda tidak akan pernah menjadi kaya. Mungkin anda berpenghasilan besar, bergaya hidup mewah, dihormati orang, namun anda bukanlah masuk kategori orang kaya, karena anda tidak mempunyai harta atau tabungan atau assets yang aman dan berjangka panjang. Prilaku menghabiskan sebanyak penghasilan -apalagi sampai berhutang- adalah prilaku &#8216;orang kecil&#8217; atau prilaku non-manusia diluar semut. Langkah selanjutnya adalah,&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;&#8230;bersambung!</p>
<p><strong> </strong></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mesinuangglobal.com/metode-untuk-menjadi-kaya/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Between Money, Succes and You</title>
		<link>http://mesinuangglobal.com/between-money-succes-and-you/</link>
		<comments>http://mesinuangglobal.com/between-money-succes-and-you/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 17 Jul 2010 04:45:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>John Sadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[entrepreneur]]></category>
		<category><![CDATA[kaya]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[sukses]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mesinuangglobal.com/?p=126</guid>
		<description><![CDATA[What hapent About it,
Ribuan  buku telah ditulis oleh orang-orang yang telah sukses atau oleh penulis yang mempelajari kiat sukses orang orang hebat, tentang bagaimana cara menjadi kaya dan sukses. Setiap tahun, jutaan orang telah membeli dan membaca buku-buku semacam itu, namun mengapa tidak&#8230; semua mereka menjadi jutawan yang sukses?
Beberapa orang diantara kita menjadi jutawan dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>What hapent About it,</strong></p>
<p>Ribuan  buku telah ditulis oleh orang-orang yang telah sukses atau oleh penulis yang mempelajari kiat sukses orang orang hebat, tentang bagaimana cara menjadi kaya dan sukses. Setiap tahun, jutaan orang telah membeli dan membaca buku-buku semacam itu, namun mengapa tidak&#8230; semua mereka menjadi jutawan yang sukses?</p>
<p>Beberapa orang diantara kita menjadi jutawan dalam waktu yang relatif singkat, sedangkan lainnya tidak. Apakah perbedaan yang membuat seseorang menjadi sukses dan yang lain tidak? Sesungguhnya perbedaan mereka hanya sedikit. Untuk bisa sukses dan kaya lebih cepat, hanya diperlukan perubahan dan perbaikan pada cara berpikir dan berprilaku, tentang bagaimana cara anda mendeteksi dan mengelola kesempatan, dalam program aksi memperoleh uang, dan dalam cara anda mengelola uang.</p>
<p>Sukses bukanlah pembawaan lahir. Strategi sukses bukanlah kualitas genetika yang dimiliki oleh hanya segelintir orang. Ray Kroc, pendiri McDonald&#8217;s Corporation tidaklah dilahirkan dalam keadaan kaya. Ia memerlukan motivasi, hasrat, disiplin, dedikasi dan persistensi untuk sukses. Simaklah apa yang ia katakan, &#8220;&#8221;I commit to being the very best at what I do.&#8221; Untuk sukses, kita harus keluar dari comfort zone dan status quo, serta berhenti mencari alasan untuk tidak bertindak, dan menempatkan diri kita kepada suatu situasi dimana kita tidak ada jalan balik kecuali maju, istilahnya, &#8220;Burn the bridge behind you!&#8221;<span id="more-126"></span></p>
<p><strong></strong>Jika anda mempertaruhkan hasrat dan impian anda kepada resiko dan mempersiapkan diri anda sedemikian rupa untuk bertanding dan berjuang, anda akan siap untuk menangkap setiap peluang yang melintas. Pertaruhkan hidup anda untuk menjadi pemenang. Ingatlah bahwa orang orang yang berdalih bahwa kondisi ekonomi atau politik masih buruk untuk berusaha, atau salesman yang mengeluh bahwa bisnis masih lesu untuk mencapai target, adalah orang-orang marginal. Juga orang yang mengeluh bahwa kesehatannya atau usianya, atau jenis kelaminnya tidak memungkinkan untuk berjuang meraih sukses, adalah juga golongan marginal. Anda bertanggung jawab atas hidup dan &#8216;nasib&#8217; anda sendiri. Adalah pilihan anda untuk memilih bertindak atau berdiam diri.</p>
<p>Ambillah tanggung jawab dan resiko untuk sukses. Coba bayangkan, apakah jadinya jika Michael Jordan memilih untuk bersantai minum kopi dan merokok ketika harus berlatih untuk pertandingannya? Tolaklah keadaan atau prilaku yang demotivatif.  Di dalam merealisir tujuan anda, selalulah tanyakan diri anda, &#8220;Can I?&#8221;, dan lanjutkan dengan, &#8220;How can I?&#8221;. Daripada mempertanyakan &#8220;Apakah hal itu mungkin bagi saya?&#8221;, lebih baik mempertanyakan, &#8220;Bagaimana cara saya menjadikannya mungkin?!&#8221; Logikanya, apa saja yang bisa anda pikirkan, akan bisa anda capai. Hal itu dimulai dari apa yang anda pikirkan, dan apa yang anda pilih untuk dilakukan!</p>
<p>Saya menantang anda sekarang untuk memikirkan hal-hal hebat yang sebelumnya tidak berani anda pikirkan. Saya tantang anda untuk melakukan apa yang anda inginkan. Sehingga setelah hari ini, jika ada orang yang bertanya, &#8220;Apa kabar?&#8221;, maka anda akan secara mantap menjawab, &#8220;Excellent!&#8221;, atau &#8220;Perfect!&#8221;, atau &#8220;Marvellous!&#8221;, atau &#8220;Superb!&#8221;. Pernyataan seperti itu akan mempunyai beberapa dampak positif, bahwa pertama-tama hal itu akan mempengaruhi pikiran sadar maupun bawah sadar anda yang akan memprogram citra diri bahwa anda adalah orang yang excellent, perfect, marvellous, dan superb.</p>
<p>Kedua, hal itu akan menunjukkan kepada orang lain, pribadi macam apakah anda itu, bahwa anda adalah orang yang nyaman dan bangga terhadap diri anda sendiri, bahwa anda adalah orang yang &#8216;on the right track&#8217;, bahwa anda sedang menjalani kehidupan yang berkemenangan.</p>
<p>Ketiga, hal itu akan memikat dan menarik rasa hormat dan kagum orang kepada anda. Ketika orang berpikir bahwa anda adalah orang yang percaya diri dan yakin terhadap pencapaian tujuan hidup anda, serta terkesan mampu menguasai berbagai macam keadaan, orang akan ingin berdekatan dengan pribadi sukses seperti itu. Komitmen kecil akan membimbing kearah komitmen yang lebih besar.</p>
<p>Jika anda menghadapi rintangan ketika merealisir tujuan hidup anda, dan ada orang yang bertanya tentang bagaimana keadaan anda, jawablah, &#8220;Getting better all the time.&#8221; Karena pikiran anda selalu bergerak kearah ide yang paling dominan, maka ia akan menemukan cara untuk membuat keadaan anda sungguh menjadi lebih baik setiap waktu. Tidak perlu tegang atau cemas, hadapilah semua perkara dengan tenang dan senang. Hadapilah semua kesukaran anda sebagai tantangan, puzzle yang mempunyai solusi. Programlah pikiran sadar maupun bawah sadar anda dengan prosperity belief, kepercayaan bahwa anda berhak untuk sukses dan makmur, serta anda pasti meraih kesuksesan dan kemakmuran, sehingga hal itu menjadi prosperity consciousness bagi anda, yang akan menghalau segala macam ketakutan akan gagal maupun kekecewaan atau keputusasaan menghadapi kegagalan.</p>
<p>Karena anda tidak bisa memiliki prosperity belief dan scarcity belief secara bersamaan, maka anda harus memilih: Anda mau terus percaya akan kesuksesan, terus bergairah memperjuangkannya, atau anda mau memelihara kecemasan dan ketakutan akan kegagalan dan berhenti berjuang?  Sekalipun secara logis semua orang akan memilih untuk mempunyai prosperity consciousness, karena lebih menjanjikan kesenangan, namun hal itu bukanlah terjadi secara kebetulan, melainkan harus anda pilih dan tentukan sendiri. Anda harus menciptakan dan memprogram (atau memprogram ulang) pikiran bawah sadar anda bahwa anda berhak dan berkewajiban untuk menjadi sukses dan makmur; sebab jika tidak demikian, scarcity consciousness akan menghambat kemampuan anda untuk sukses, ketakutan dan kecemasan anda akan kegagalan akan menutup mata anda untuk melihat kelimpahan dan peluang yang ada didunia ini.</p>
<p>Ide bahwa kita mempunyai potensi yang tidak terbatas untuk menjadi apa saja atau mencapai apa saja sebatas yang bisa kita bayangkan, merupakan hal yang menggairahkan. Ditambah dengan adanya free-will bagi kita untuk bebas memilih bentuk pikiran, kepercayaan dan tindakan kita. Namun sayangnya, saya menemukan bahwa banyak orang takut untuk menjadi kaya dan sukses. Sebagian dari dirinya memang ingin kaya tentunya, namun sebagian lainnya lagi merasa bahwa hal itu adalah salah, atau mereka berpikir bahwa mereka harus membayar terlalu mahal untuk menjadi kaya dan sukses.</p>
<p>Beberapa pernyataan yang sering saya dengar adalah, &#8220;Saya akan harus bekerja sangat keras untuk menjadi kaya, dan itu bisa mengorbankan keharmonisan rumah tangga saya,&#8221; atau &#8220;Saya akan harus menipu dan menghalalkan segala macam cara untuk kaya dan sukses yang bertentangan dengan nilai kepercayaan saya,&#8221; atau &#8220;Uang bukanlah segalanya,&#8221; atau &#8220;Biar miskin asal bahagia,&#8221; atau &#8220;Kalau saya mempunyai uang banyak, akan ada orang lain yang berkekurangan,&#8221; dan pernyataan lain yang sejenis. Jika anda percaya bahwa menjadi kaya akan menelantarkan keluarga, atau menjadi tamak, atau kehilangan kebahagiaan, atau bekerja terlalu keras, maka bagaimanapun hebatnya anda menginginkan uang, maka akan ada bagian diri anda yang akan menentang dan menggagalkannya. Dengan demikian, maka anda menjadi musuh bagi diri anda sendiri, yang menyabot peluang untuk menjadi kaya dan sukses secara finansial, karena secara filosofis, fondasi hidup anda rapuh. Anda mengidap penyakit dualisme dengan basic belief system yang kusut!</p>
<p>Secara analogis: Jika hendak membangun rumah atau gedung kita memerlukan fondasi yang kuat, agar bangunan itu laik pakai serta aman terhadap berbagai macam kemungkinan buruk, demikian juga jika kita hendak membangun suatu lingkungan, apakah area industri ataukah area  wisata, diperlukan infrastruktur yang memadai seperti tersedianya sumber daya listrik, air, komunikasi, akomodasi, transportasi, bahan baku, tenaga kerja, sampai sarana pendukung lainnya yang relevan. Jika infrastruktur tidak memadai, maka pengembangan area tersebut akan terkendala dan berkemungkinan besar untuk gagal. Demikian juga dengan proses dan pengembangan kelimpahan finansial, pertama-tama diperlukan fondasi atau infrastruktur yang benar tentang uang, kekayaan dan segala dampaknya, yang kita namakan Prosperity Consciousness atau kesadaran akan kemakmuran, yang melibatkan Basic Belief System anda.</p>
<p>Dan di bawah ini saya akan mencoba untuk membangun fondasi atau infrastruktur prosperity consciousness dalam diri anda. Karena jika anda percaya bahwa uang itu buruk atau kurang penting, maka sampai kapanpun anda tidak akan mau berjuang all-out untuk mendapatkannya secara berlimpah. Namun jika anda percaya bahwa uang itu baik berguna dan layak untuk didapat, maka anda akan dengan senang hati untuk berjuang dalam mendapat dan mengakumulasikannya.</p>
<p>Dibawah ini saya telah menulis dua paradox yang ekstrim tentang uang. Jika anda percaya bahwa uang dan kekayaan adalah nyaris segala-galanya yang dapat membuat kehidupan lebih ceria berbahagia, dan sebaliknya, bahwa kekurangan uang dan kemiskinan adalah sumber dan penyebab penderitaan dan ketidakberdayaan, maka anda berada pada jalur kelimpahan hidup yang benar. Namun jika tidak, maka ada yang keliru pada sistem kepercayaan fundamental dan prosperity consciousness anda tentang uang dan manfaatnya, sehingga harus diperbaiki terlebih dahulu, untuk laik kaya.</p>
<p>What Money Can Buy Money can buy appetite as well as foods Money can buy self-esteem as well as nice clothes Money can buy jewelry as well as self-dignity Money can buy bed as well as sound sleep Money can buy medicine as well as health Money can buy house as well as home Money can buy education as well as intelligent Money can buy luxury as well as happiness Money can buy lover as well as love Money can buy friendship as well as an enemy Money can buy healthcare as well as lifelong Money can buy almost everything What Poverty Can&#8217;t Buy Poverty can&#8217;t buy appetite nor foods Poverty can&#8217;t buy self-esteem nor proper clothes Poverty can&#8217;t buy jewelry nor self-dignity Poverty can&#8217;t buy bed nor sound sleep Poverty can’t buy house nor home Poverty can&#8217;t buy education nor intelligent Poverty can&#8217;t buy luxury nor happiness Poverty can&#8217;t buy lover nor love Poverty can&#8217;t buy friendship nor enemy Poverty can&#8217;t buy health nor lifelong Poverty can&#8217;t buy almost anything (<strong>Johanes Lim</strong>)</p>
<p>Saya berharap bahwa anda mau bersetuju dengan saya bahwa uang adalah positif, baik, manis, indah, dan bermanfaat; sedangkan kemiskinan atau moneyless adalah negatif, pahit, suram, buruk, dan tidak berguna. Untuk mempermudah, maka saya akan memberikan uraian tanya jawab tentang beberapa isu mengenai uang yang seringkali dijadikan alasan untuk mentolerir kemiskinan, dan yang sering diajarkan orang secara turun temurun serta dianggap sebagai kebenaran. Semua ini saya maksudkan agar anda mau dan mampu menata ulang atau memprogram ulang kepercayaan dan pikiran bawah sadar anda tentang uang, kekayaan, kesuksesan dan kebahagiaan:</p>
<ol>
<li>Uang      tidak bisa membeli kebahagiaan.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Mengapa tidak? Jika yang dimaksud dengan kebahagiaan adalah peace of mind, rasa tentram, aman, sejahtera serta senang, bisa saja hal itu diberikan oleh produk atau jasa yang bisa dibeli dengan uang. Jika kita merasa susah hati, dengan uang kita bisa pergi shopping, atau travelling, atau party, sehingga merasa terhibur dan senang. Jika kita merasa tidak aman, maka dengan uang, kita bisa membeli perangkat security systems dan asuransi untuk melindungi assets kita, atau menyewa bodyguard untuk melindungi keselamatan diri. Justru sebaliknya, tanpa uang, kita nyaris mustahil untuk bisa berbahagia. Coba bayangkan, bagaimana pikiran bisa tentram dan damai jika kita tidak tahu apakah nanti sore bisa makan atau tidak karena tidak mempunyai uang? Bagaimana kita bisa senang jika besok pagi harus hengkang dari rumah kontrakan -tanpa tahu hendak tinggal dimana- karena sudah menunggak biaya sewa selama berbulan-bulan? Bagaimana kita bisa senang menyaksikan anak terbaring sakit tanpa mampu membawanya kedokter karena tidak punya uang? Kesimpulan saya: Sekalipun anda tetap bisa berbahagia dengan atau tanpa uang, namun secara logis empiris, kita akan lebih mudah berbahagia jika mempunyai cukup uang, dibandingkan dengan jika tidak mempunyai uang, bukankah demikian?</p>
<ol>
<li>Orang      kaya itu serakah.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Sebagian dari orang kaya memang serakah, demikian juga dengan orang yang setengah kaya, atau juga orang miskin. Keserakahan itu bukan disebabkan karena uang, melainkan merupakan sifat atau tabiat perseorangan yang bisa dilakukan oleh&#8230; orang disegala golongan. Banyak orang kaya yang saya ketahui mempunyai prilaku dermawan dan berbelas kasihan terhadap orang lain yang membutuhkan pertolongan. Mungkin karena orang kaya itu mempunyai kemampuan dan kesempatan lebih besar untuk berbuat amal, dibandingkan dengan orang miskin.</p>
<ol>
<li>Saya      akan harus bekerja sangat keras, menelantarkan keluarga, dan membayar      harga terlalu mahal untuk menjadi kaya.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Memang ada sebagian orang yang bekerja sangat keras dalam mengejar kesuksesan sehingga menelantarkan keluarganya, dan itu sangat disayangkan dan tidak perlu terjadi. Hal itu menunjukkan bahwa mereka kehilangan keseimbangan dan mengadopsi kepercayaan yang keliru seperti &#8220;Karena saya harus bekerja lebih keras untuk sukses, maka keluarga harus juga rela untuk terlantar&#8221;. Sekalipun ada orang kaya yang berkorban seperti itu, tidak mengindikasikan bahwa semua orang yang ingin menjadi kaya harus menelantarkan keluarganya. Banyak orang kaya yang justru semakin mempunyai cukup waktu dan sumber daya untuk menjaga keharmonisan rumah tangga dan menikmati kebersamaan. Sebaliknya lebih banyak saya jumpai orang yang menelantarkan keluarganya karena kekurangan uang. Suami dan istri harus bekerja membanting tulang hanya sekedar untuk survive. Anak-anak terlantar karena orangtuanya harus bekerja mencari nafkah. Dan hubungan mesra antara suami istri atau antara orang tua dan anak menjadi terganggu karena setiap hari mereka telah merasa kelelahan secara fisik dan mental. Bahkan menurut cerita, lebih banyak perceraian disebabkan karena kesulitan ekonomi dibandingkan dengan kemakmuran finansial. Mari kita renungkan dengan akal sehat, apakah kekurangan uang ataukah kelebihan uang yang lebih sering menyebabkan rumah tangga berantakan?</p>
<ol>
<li>Uang      itu tidak rohani.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Ini adalah kutipan yang diambil dari Alkitab, &#8220;Cinta akan uang adalah akar segala kejahatan&#8221;. Jika menyintai uang lebih dari segala apapun juga, memang keliru. Atau menyintai uang tanpa mengerti bagaimana cara menggunakannya agar berguna bagi diri sendiri dan orang lain, adalah juga keliru. Namun uang adalah bentuk dari energi yang mempunyai potensi luar biasa untuk dipakai sebagai alat kebaikan. Tanpa uang, bagaimana kita bisa membeli dan menikmati kebutuhan hidup? Tanpa uang bagaimana kita bisa menolong orang yang berkesusahan atau yang lapar? Tanpa uang bagaimana kita membiayai aktivitas agama seperti membangun tempat ibadah, mencetak kitab suci, menyampaikan pesan agama, dan sebagainya? Jika uang adalah buruk dan tidak rohani, mengapakah Taurat, Alkitab dan Alqur&#8217;an menulis dan memuji tentang raja Salomo (Sulaiman), siapakah dia? Orang terkaya pada jamannya! Jadi jelas bahwa uang dan kekayaan bukanlah hal buruk, serta tidak ada relevansinya dengan masalah rohani atau tidak, melainkan ada sebab lain yang bersifat subyektif dan individualistik.</p>
<ol>
<li>Uang      tidak bisa membeli cinta.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Siapa bilang? Mitos diatas adalah ungkapan hati orang yang tidak realistis. Justru kenyataannya banyak sekali kasus orang patah hati karena percintaan yang gagal, atau perceraian dalam perkawinan, disebabkan karena kekurangan uang. Ketiadaan uang akan merupakan kendala atau bondage terhadap kebebasan dan mewujudkan keinginan hati. Coba anda bandingkan, enak mana: Berpacaran dengan hanya &#8216;makan angin&#8217; dan dirubungi nyamuk, karena hanya bisa duduk-duduk ditaman umum, atau berpacaran sambil mengisi perut direstaurant mewah sambil menikmati musik hidup yang dibawakan oleh musisi kenamaan? Menurut anda, romantis mana: Pacar yang memberikan hadiah ulang tahun sekuntum bunga mawar yang dipetik dari taman umum, atau seperangkat perhiasan berlian? Jika anda bisa memilih, manakah yang lebih baik: Menikah ala kadarnya dengan pesta kecil menggelar tenda didepan gang MHT didepan rumah kontrakan anda tanpa honeymoon, ataukah resepsi pernikahan megah dihotel mewah dengan ribuan undangan, dan segera setelah itu berangkat honeymoon ke Paris yang adalah &#8220;The city of love&#8221; dan menonton &#8220;Lido Show&#8221;?. Menurut saya, cinta akan bisa tumbuh lebih subur dalam kemakmuran, dan akan entrophi dalam kemiskinan. Meskipun awalnya mungkin cinta monyet akan membutakan mata hati ABG (anak baru gede) sehingga mau menyintai orang yang madesu (masa depan suram), sehingga timbul istilah, &#8220;Jika cinta sudah melekat, jigongpun terasa coklat!&#8221;, namun dengan berjalannya waktu, kemiskinan dan penderitaan hidup akan mengikis cintanya, dan mencelikkan matanya bahwa &#8220;Cinta saja tidak akan bisa mengenyangkan perut!&#8221;. Kisah lainnya, sekalipun seorang wanita awalnya menikah dengan pria yang tidak dicintainya, namun dengan berjalannya waktu, perhatian dan kasih sayang serta limpahan kemewahan dari suaminya akan menumbuhkan cintanya. Apakah lagi yang diharapkan oleh wanita kecuali dicintai dan dilimpahi kemewahan?</p>
<ol>
<li>Uang      tidak bisa membeli persahabatan.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Bisa saja benar, jika anda adalah orang yang meritokratis, yang sekalipun susah tidak mau menyusahkan orang lain, sehingga sahabat anda tidak kuatir untuk berdekatan dengan anda, karena tidak akan dirugikan. Namun jika karena kesusahan finansial anda menjadikan sahabat anda sebagai &#8216;tong sampah&#8217; tempat anda menumpahkan kekesalan dan kesumpekan hati, maka cepat atau lambat sahabat anda akan enggan berdekatan dengan anda, mengapa? Sebab setiap manusia pasti mempunyai persoalan dan kesusahan hidup sendiri, jadi seberapa lama sahabat anda mau bertahan menerima beban extra kesusahan hati dari anda? Dan kehilangan persahabatan akan dipercepat jika anda mulai sering meminjam uang tanpa bisa membayar kembali. Sebaliknya, jika anda sukses secara finansial, anda akan mempunyai banyak sahabat, minimal mereka tahu bahwa anda tidak akan menyusahkan mereka, dan kedua, mereka berharap bisa mendapat keuntungan -moril ataupun materiil- dengan menjadi sahabat anda. Dengan kelimpahan finansial, kawan yang telah menjadi lawanpun akan mau berbaikan dengan anda kembali. Istilah &#8220;a friend in need is a friend indeed&#8221; hanya manis dan benar sebagai pepatah, atau maksimal hanya berlaku untuk sementara, namun jika anda terus menerus &#8220;in need&#8221;, maka jangankan sahabat, saudara kandung, atau istri atau suami andapun berkemungkinan hengkang meninggalkan anda! Kalau anda membaca buku saya &#8220;Manajemen USA (untung saya apa)&#8221;, anda akan mengerti bahwa segala macam interrelasi diatas muka bumi ini -baik antar manusia, manusia dengan Tuhan, bahkan antar makhluk- azasnya adalah manfaat. Jika saling bermanfaat, hubungan itu akan harmonis dan berlangsung lama; sebaliknya jika tidak, akan berlangsung singkat, atau tidak pernah berlangsung.</p>
<ol>
<li>Uang      tidak bisa menghindarkan kita dari maut.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Memang tidak, apalagi kemiskinan. Masalah mengapa kita lahir dan kapan kita mati, itu memang diluar kekuasaan kita sebagai manusia. Namun secara logis empiris, orang yang banyak uang akan lebih panjang umur dibandingkan dengan orang yang tidak punya uang. Untuk transportasi, orang kaya akan bisa naik mobil yang relatif lebih aman. Sekalipun terjadi tabrakan dengan sesama mobil, relatif akan lebih kecil kemungkinannya untuk merenggut nyawa karena menggunakan safety belt dan terlindungi oleh body kendaraan, dibandingkan jika anda naik sepeda dan bertabrakan dengan mobil, hampir bisa dipastikan nyawa anda akan melayang dan berhenti menjadi makhluk hidup. Contoh lain adalah, dengan memiliki cukup uang, anda bisa membeli makanan atau makanan kesehatan (health-food) untuk menjaga diri anda tetap sehat, awet muda, dan panjang umur. Namun jika tidak punya uang, anda makan hanya sekedar untuk kenyang dan agar tetap hidup, dengan menu yang berkemungkinan kurang gizi, sehingga anda rentan terhadap serangan penyakit, dan menjadi nampak lebih tua dari usia biologis anda, dan juga berkemungkinan untuk lebih cepat mati tentunya, jika tidak ditangani dengan benar. Jika punya uang, sekalipun anda jatuh sakit, anda bisa segera pergi berobat dan mendapat perawatan yang terbaik dengan bantuan peralatan medis yang canggih -baik didalam maupun keluar negeri-, sehingga anda berkemungkinan besar untuk lebih cepat sembuh dan terhindar dari maut. Sebaliknya, jika anda jatuh sakit dan tidak punya uang, maka anda harus tetap mencari nafkah untuk membiayai hidup yang akan memperparah penyakit anda. Karena tidak segera diobati, penyakit yang ringan bisa menjadi berat, menjadi kronis, dan bisa merenggut nyawa; seyogyanya -menurut akal sehat, dan bukan menurut takhayul atau filosofi agama- anda masih bisa tetap hidup, namun karena ketidakberdayaan membiayai pengobatan, anda bisa mati sebelum waktunya.</p>
<ol>
<li>Uang      tidak bisa membeli sorga.</li>
</ol>
<p>Jawaban:</p>
<p>Memang tidak, karena masalah sorga -menurut agama- bukanlah urusan kaya atau miskin, melainkan masalah amal ibadah dan ketakwaan kepada TUHAN. Namun kalau kita hitung secara rasional, kekayaan akan lebih memampukan dan memberikan peluang jauh lebih besar bagi kita untuk berbuat baik, beramal ibadah, dan melayani pekerjaan TUHAN maupun sesama, dibandingkan jika kita tidak punya uang. Orang yang berkekurangan akan merasa rendah diri dan kecut hati untuk menasehati dan menolong orang lain yang berkesusahan, karena dua hal: Pertama, takut dilecehkan orang dengan ungkapan, &#8220;Jika anda penyembuh, mengapa sakit? Obatilah diri anda sendiri!&#8221;. Yang kedua adalah kegetiran hati, &#8220;Problem saya sendiri saja sudah membuat pusing tujuh keliling, mengapa harus mencari beban tambahan?&#8221;. Jadi menurut saya, kita akan lebih bisa berbuat baik dan berguna bagi kehidupan orang banyak, jika kita mempunyai uang, dibandingkan jika kita berkekurangan. Dan jika itu dinilai sebagai amal ibadah yang berguna bagi pahala sorga, maka sekalipun kita tidak boleh mengatakan mampu membeli sorga, namun kita bisa &#8216;berinvestasi&#8217; untuk bekal kehidupan akherat yang lebih baik, apakah bukan demikian? Mohon dimaklumi, dan janganlah salah paham. Saya bukanlah orang congkak yang sok hebat, atau peleceh sesama manusia yang berkekurangan. Justru sebaliknya, saya sangat mengasihi dan berempati terhadap saudara-saudara saya yang kurang berbahagia, yang hidup didalam berkekurangan, sehingga saya menulis artikel ini. Saya belum bisa menolong mereka secara materi, karena jumlah mereka sangat banyak, namun saya berharap bahwa dengan membaca tulisan ini, kehidupan banyak orang akan bisa diubah menjadi lebih baik, dan pembaca yang telah mendapat manfaat itu akan juga bisa mentransfer pengetahuan dan pengalamannya kepada orang lain lagi sehingga, secara tidak langsung, saya bisa menjangkau sebanyak mungkin orang dari keterbatasan saya. Perlu saya tekankan bahwa yang saya benci dan ingin hajar adalah kemiskinan, dan bukan orang miskin! Saya memang sungguh membenci kemiskinan, karena ia membuat hidup menjadi melelahkan, membosankan dan mengenaskan hati! Kemiskinan adalah bondage seperti penjara, yang membelenggu kebebasan kita untuk berekspresi dan hidup merdeka. Itulah saudaraku pesan yang ingin saya sampaikan. Sebab tanpa Prosperity Consciousness dan kebencian akan kemiskinan, anda akan kurang mau berjuang mati-matian untuk menjadi kaya, karena dihambat oleh &#8216;reasoning&#8217; (pencarian alasan atau berdalih atau mengkambinghitamkan sesuatu) yang dilakukan oleh pikiran bawah sadar anda, untuk mentolerir status quo, keadaan marginal dan bahkan kemiskinan. Jadi perlu saya tegaskan sekali lagi bahwa  <a href="http://www.facebook.com/topic.php?uid=117532308291871&amp;topic=186">ANDA MEMPUNYAI HAK UNTUK MENJADI KAYA</a></p>
<p>Menjadi kaya memungkinkan anda mengekspresikan diri anda lebih lagi secara fisik maupun spiritual. Anda bisa memberi lebih kepada diri anda sendiri, sehingga anda dapat bertumbuh lebih baik dan lebih kuat untuk mampu memberi kepada orang lain. Tidak ada manfaat spiritual yang berguna dalam kemiskinan. Allah menyintai orang miskin, benar. Tapi Dia juga menyintai mereka yang memberi makan orang miskin, yakni orang kaya. Semakin kaya anda, maka semakin bisa anda memberi lebih banyak. Anda bisa memberikan harta maupun waktu anda. Orang miskin tidak dapat memberikan harta. Orang miskin tidak bisa memberi makan orang lain maupun memberi tumpangan. Hanya orang kaya yang bisa. Orang kaya bisa memberi kesejahteraan bagi keluarga mereka maupun bagi masyarakat, bahkan kepada dunia.</p>
<p>Anda berhak menjadi pemberi dan bukan penerima. Anda berhak untuk menjadi kaya. Jika anda kaya, anda mempunyai sumber daya untuk memperbaiki diri. Anda bisa membiayai pendidikan formal, mengikuti kursus atau seminar, membeli buku-buku. Jika anda kaya, anda mempunyai sumber daya untuk menjadi ayah atau teman, atau kekasih atau pemimpin yang lebih baik. Sekalipun membuat kesalahan, jika anda kaya, anda mempunyai sumber daya untuk belajar dari kesalahan dan memperbaikinya dengan sumberdaya yang ada. Menjadi kaya memberikan kesempatan dan kebebasan bagi anda untuk menjadi lebih baik dalam hampir segala hal. Menjadi kaya memungkinkan anda menjadi lebih sehat. Orang miskin harus makan apa saja yang ada termasuk junk-food karena mereka tidak mempunyai cukup uang dan kebebasan waktu, sedangkan orang kaya mempunyai pilihan terhadap apa yang mereka ingin dan perlu makan, dengan merekrut juru masak yang pandai, dengan bahan makanan non-organik.</p>
<p>Orang kaya juga mempunyai waktu dan fasilitas untuk berolahraga dan merekrut personal trainer atau pemijat kesehatan. Menjadi kaya, memungkinkan anda menjalani kehidupan yang lebih sehat dan lebih stress-free Menjadi kaya memungkinkan anda menjadi lebih cerdas dan berwawasan luas. Orang kaya menjadi lebih kaya karena mereka terus belajar. Anak-anak mereka mampu menjadi kaya karena mendapat pendidikan yang cukup. Dan pendidikan yang baik memerlukan uang dan waktu. Orang kaya membaca buku, mengikuti seminar, melakukan perjalanan dan menemukan hal baru yang menarik. Dan semua aktivitas yang memberi nutrisi kepada intelek dan wawasan itu memerlukan uang dan waktu, yang tidak bisa diperoleh jika anda tidak punya uang.</p>
<p>Itulah sebabnya orang miskin akan cenderung tetap miskin, bahkan sampai keanak cucu mereka, sedangkan orang kaya akan bertambah kaya, bahkan bisa sampai keanak cucu mereka. Menjadi kaya memungkinkan anda mengembangkan keluarga yang kuat dan harmonis. Orang kaya mempunyai waktu dan sumber daya untuk diberikan kepada keluarganya. Mereka bisa memberikan biaya untuk pendidikan disekolah yang terbaik. Mereka dapat membayar guru terbaik untuk mengajar seni. Mereka dapat membelikan produk edukasi berteknologi tinggi. Mereka dapat mengajar anaknya tentang marine biology sambil berenang dengan dolphin di Sea World. Mereka dapat berlibur kemana saja bersama keluarga. Dengan uang, mereka dapat memberikan pengalaman yang menarik dan bermanfaat yang akan membentuk pola pikir positif dan masa depan cemerlang anak-anak mereka.</p>
<p>Sedangkan, orang miskin tidak mempunyai sumber daya dan waktu untuk melakukan semua itu, karena mereka harus bekerja keras membanting tulang hanya untuk sekedar survive, sehingga anak-anak mereka hidup terlantar Menjadi kaya memungkinkan anda memberi kontribusi dan dampak positif  kepada dunia.  Mother Teresa bukanlah orang miskin. Organisasinya mempunyai dua buah pesawat jet pribadi dan memiliki dana lebih dari 500 juta dollar. Dan ia menggunakan kekayaan tersebut untuk menolong banyak orang dan membuat dampak positif kepada dunia. Bill Gates juga telah memberikan dana amal milyaran dollar, dan mendirikan yayasan pendidikan sendiri, ia dermawan, dan ia sangat kaya. Anda pun bisa menjadi kaya. Anda mempunyai tanggung jawab sosial untuk menjadi kaya. Seberapa kayakah anda seharusnya? Sekaya mungkin selama anda bisa.</p>
<p>Pohon tidak akan bertanya seberapa tinggi ia akan tumbuh, melainkan ia tumbuh saja setinggi mungkin selama ia bisa. Be rich so you have no limits. Poverty is like a jail, a bondage for your freedom and happiness! Pada akhir sesi, saya memberikan beberapa tips untuk memperbaiki keadaan kehidupan masyarakat di Negara kita yang tercinta ini, baik untuk mengentaskan praktek KKN, maupun strategi untuk pemerataan kesejahteraan dan kemakmuran yang lebih cepat. Akhir kata, tulisan ini hanya akan tetap menjadi konsep atau ide, jika anda tidak berupaya untuk menerapkannya. Kunci dari setiap perubahan dan perbaikan hidup adalah TINDAKAN dan SEKARANG  “Take Action right now”.  Karena itu saudaraku, permintaan saya ialah, jika anda sudah mengerti dan percaya akan penjabaran buku ini, DO IT NOW! Jangan menunggu hingga besok apalagi lusa, karena &#8220;Tomorrow is nothing, NOW is everything and our BEING!&#8221;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mesinuangglobal.com/between-money-succes-and-you/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bisnis butuh kepercayaan diri</title>
		<link>http://mesinuangglobal.com/bisnis-butuh-kepercayaan-diri/</link>
		<comments>http://mesinuangglobal.com/bisnis-butuh-kepercayaan-diri/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 02 Jul 2010 07:17:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>John Sadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Motivasi bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[ariel]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[luna]]></category>
		<category><![CDATA[motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[spirit]]></category>
		<category><![CDATA[video]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mesinuangglobal.com/?p=122</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran dibawah ini adalah agar anda mempunyai referensi lebih luas tentang kepercayaan, dengan berbagai perumpamaan dan penjabaran.
Sebagai perumpamaan pertama, bisa saya sampaikan bahwa hidup dan kehidupan ini seperti kertas kosong yang bisa diisi dengan apa saja, apakah tulisan bermakna, atau sekedar corat-coret tanpa makna, atau gambar-gambar, atau apa saja. Bahkan jika anda paham, andapun bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pelajaran dibawah ini adalah agar anda mempunyai referensi lebih luas tentang kepercayaan, dengan berbagai perumpamaan dan penjabaran.<br />
Sebagai perumpamaan pertama, bisa saya sampaikan bahwa hidup dan kehidupan ini seperti kertas kosong yang bisa diisi dengan apa saja, apakah tulisan bermakna, atau sekedar corat-coret tanpa makna, atau gambar-gambar, atau apa saja. Bahkan jika anda paham, andapun bisa membuang kertas yang berisi coretan yang buruk, dan menggantikannya dengan kertas dan isi yang lebih bermakna; baik melalui upaya self-reconstruction mengandalkan kekuatan kemauan dan perjuangan anda sendiri, maupun melalui cara pertobatan rohani. Itulah yang dilakukan oleh mantan bandit yang bertobat dan menjadi rohaniwan misalnya. Hal itu bukan perkara mustahil atau ajaib, melainkan masalah pengetahuan, kemauan, dan kesempatan belaka.<br />
Perumpamaan kedua ialah bahwa hidup dan kehidupan itu adalah seperti bentuk-bentuk, apakah berbentuk segitiga, kubus, oval, bulatan, trapesium atau apa saja.<br />
Isi dan atau bentuk yang tercermin dari hidup atau kehidupan itu adalah saling mempengaruhi, sebagai contoh: seseorang memilih dan hidup dalam kehidupan yang berbentuk segitiga misalnya, hal itu dipengaruhi oleh faktor lingkungannya yang memberikan input-input sejak dari lahir sampai matinya bahwa hidup dan kehidupan itu adalah berbentuk segitiga, sehingga disadari ataupun tidak disadari oleh individu tersebut, maka bentuk segitiga itu dianggap sebagai satu-satunya bentuk yang benar dan atau valid didalam kehidupan ini.<br />
Sebaliknya, pandangan atau penerimaan masyarakat didalam suatu lingkungan, menerima dan atau mempercayai bahwa hidup dan kehidupan ini adalah berbentuk segitiga -dan bukan oval atau kubus- dikarenakan banyak atau semua individunya percaya bahwa hidup dan kehidupan ini adalah berbentuk segitiga. Kumpulan individu-individu itu dinamakan masyarakat. Dan kumpulan masyarakat-masyarakat itu bisa dinamakan menjadi lingkungan, apakah bernama daerah, kota, atau negara.<br />
Darimanakah datangnya keputusan atau pengertian bahwa hidup dan kehidupan masyarakat tertentu itu adalah berbentuk segitiga misalnya -dan bukan oval atau kubus? Hal itu berasal dari kepercayaan atas ide atau pemikiran tertentu yang didapat dari penyerapan belajar dan atau pengalaman, baik yang dialami sendiri maupun yang di &#8216;indoktrinasikan&#8217; oleh lingkungannya -keluarga dan masyarakat-, sampai disimpulkan bahwa hidup dan kehidupan itu -menurutnya- adalah berbentuk segitiga, dan bukan bentuk oval, trapesium atau bentuk lainnya.<br />
Kalau kita ibaratkan secara praktis, yang dimaksud bentuk-bentuk itu bisa berupa kepercayaan agama, idiologi, budaya, kebiasaan hidup, karakter pribadi maupun masyarakat, sampai kekualitas hidup individu maupun masyarakat tertentu.<br />
Nah, dari sinilah terbentuknya &#8216;warna&#8217; masyarakat atau daerah atau negara, yang bisa bersifat pluralistik maupun berazaskan kepercayaan tunggal, hal itu bisa ditemui dalam negara atheis, atau negara agama, atau negara liberal, juga untuk masyarakat dengan hukum adat tertentu, atau dalam masyarakat yang masih primitif.<br />
Nah, jika perbedaan kepercayaan itu tidak disadari sebagai hal yang bersifat kepercayaan yang manusiawi, sehingga bersifat relatif subyektif -dan sama sekali bukan kebenaran obyektif absolut- suatu saat dan dalam suatu kondisi eksplosif, bisa terjadi pertentangan dan bahkan bentrokan kepercayaan, yang menimbulkan perselisihan, permusuhan maupun peperangan fisik.<br />
Mengapa bisa terjadi pertengkaran? Karena individu atau masyarakat &#8220;A&#8221; berkeyakinan bahwa hidup atau kehidupan ini adalah &#8220;segitiga&#8221; misalnya, sedangkan individu atau masyarakat &#8220;B&#8221; berkeyakinan sebagai &#8220;kubus&#8221;. Jika salah satu pihak berupaya untuk meyakinkan kelompok lain bahwa kelompoknyalah yang benar, sedangkan kelompok lain salah, maka akan terjadi perselisihan. Dalam taraf yang minor, hal itu bisa berupa kesalahpahaman, sedangkan dalam taraf major bisa terjadi perkelahian, baik secara individu maupun masyarakat.<br />
Contoh hal itu adalah perselisihan sampai peperangan antar suku, agama, ras, antar golongan, baik yang terjadi di Indonesia, maupun dibelahan dunia lainnya. Dan itu sudah berlangsung sejak jaman dahulu kala.<br />
Mengapa orang berselisih bahkan berkelahi sesama manusia hanya karena perbedaan tersebut? Karena masing-masing pihak berusaha untuk mempertahankan kepercayaannya, yang telah menjadi faktor dominan dalam kehidupannya, apakah berupa harga diri ataupun jati diri, baik individu maupun masyarakat.<br />
Faktor terselubung lainnya ialah bahwa seseorang atau masyarakat tertentu merasa takut atau panik jika ada orang atau kelompok lain yang bisa atau mau merubah kepercayaan lamanya -baik secara ilmiah faktual maupun paksaan- karena hal itu akan merubah total paradigma maupun kebiasaan hidupnya, sehingga ia atau mereka harus memulai lagi dari awal. Apalagi telah menjadi sifat dasar manusia bahwa manusia takut terhadap perubahan, karena membawa serta unsur ketidakpastian.<br />
Apalagi jika perubahan kepercayaan itu merugikan dirinya atau kelompoknya, maka bisa dipastikan bahwa ia atau mereka akan melawan atau melakukan aksi kekerasan untuk mempertahankan status-quo.<br />
Nah, itulah fundamental dari kepercayaan dan prilaku individu maupun masyarakat yang kita lihat sehari-hari. Dengan kata lain, perbedaan-perbedaan kepercayaan, pola pikir, tradisi budaya, tingkah laku dan kualitas hidup dan kehidupan suatu individu maupun masyarakat ataupun bangsa, dipengaruhi dan dibentuk oleh faktor kepercayaan yang diterimanya dan menjadi bagian kehidupannya.<br />
Adapun kepercayaan itu diciptakan dan dimasyarakatkan oleh seseorang atau sekelompok orang -pemikir, filsuf, tokoh agama, tokoh masyarakat atau kepala suku, politikus, dll- bahkan ada yang bersifat hikayat atau mitos, yang tidak jelas ujung pangkal historisnya.<br />
Jadi, jika seseorang atau sekelompok masyarakat dipengaruhi oleh ide atau filosofi tertentu, misalnya dari Animisme Dinamisme, maka individu atau masyarakat tersebut akan hidup sebagaimana layaknya kepercayaannya, yang dapat kita temui dalam masyarakat tradisional atau suku yang masih primitif. Jika ada orang atau kelompok orang yang berusaha merubah kepercayaan itu dengan kepercayaan lain -misalnya agama monotheis-, maka pada awalnya sudah dapat dipastikan akan terjadi pertentangan ataupun peperangan yang dilansir oleh kepala suku dan atau pemimpin (dukun) spiritual, mengapa? Karena masuknya kepercayaan baru itu bisa saja menggoyahkan kepercayaannya pribadi dan atau meruntuhkan kedudukannya sebagai pemimpin -yang berarti turut hilangnya berbagai fasilitas dan keuntungannya.<br />
Namun jika kepercayaan atau&#8230;&#8230;&#8230;..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mesinuangglobal.com/bisnis-butuh-kepercayaan-diri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mulai membangun mesin uang Anda</title>
		<link>http://mesinuangglobal.com/mulai-membangun-mesin-uang-anda/</link>
		<comments>http://mesinuangglobal.com/mulai-membangun-mesin-uang-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Jun 2010 06:19:41 +0000</pubDate>
		<dc:creator>John Sadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bangun bisnis]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mesinuangglobal.com/?p=105</guid>
		<description><![CDATA[Apakah Anda sudah memiliki mesin uang Anda sendiri? sebuah mesin yang mampu menghasilkan uang bagi diri anda sendiri?
Barangkali Anda bertanya-tanya dalam hati, apasih sebenarnya mesin uang itu? Jawabannya cukup sederhana saja, yang saya maksud sebagai mesin uang adalah sebuah usaha atau bisnis yang Anda miliki atau Anda kelola, baik itu berupa usaha kecil, menengah atau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Apakah Anda sudah memiliki mesin uang Anda sendiri? sebuah mesin yang mampu menghasilkan uang bagi diri anda sendiri?</p>
<p>Barangkali Anda bertanya-tanya dalam hati, apasih sebenarnya mesin uang itu? Jawabannya cukup sederhana saja, yang saya maksud sebagai mesin uang adalah sebuah usaha atau bisnis yang Anda miliki atau Anda kelola, baik itu berupa usaha kecil, menengah atau usaha besar.</p>
<p>Jika Anda menghasilkan uang dengan bekerja pada sebuah perusahaan, itu juga sangat baik, tapi bukan berarti anda telah memiliki mesin uang, walaupun anda sudah bisa menghasilkan uang sendiri.</p>
<p>Selanjutnya apakah yang dimaksud dengan mesin uang global? dalam kalimat ini ada tambahan kata Global, yang mampu memberikan arti sedikit berbeda dengan jika hanya mesin uang saja tanpa kata global. mesin uang global adalah sebuah usaha yang berbasis teknologi yang memiliki cakupan pelayanan sangat luas mengglobal atau dikatakan mendunia. Istilah ini dapat disandang bagi mereka-mereka yang memiliki bisnis yang memberikan pelayanan secara online yang dapat diakses dari belahan dunia manapun asal ada akses internet atau www.</p>
<p>Jenis dan type bisnis online sangat banyak, Anda dapat langsung mempelajari di internet dengan menggunakan google search atau yahoo search dan yang lainnya,&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mesinuangglobal.com/mulai-membangun-mesin-uang-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>My Foundation</title>
		<link>http://mesinuangglobal.com/my-foundation/</link>
		<comments>http://mesinuangglobal.com/my-foundation/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 13 Jun 2010 23:20:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>John Sadewa</dc:creator>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://mesinuangglobal.com/?p=46</guid>
		<description><![CDATA[Yayasan / Foundation yang saya bangun dan saya kelola yaitu The R.e.c.c Foundation yang merupakan singkatan dari The Real Estate Consument Community yaitu merupakan komunity dari konsumen property / Real Estate yang menjadi member pada bisnis Global network Property™
Yayasan ini setiap tahun menyelenggarakan liburan gratis bagi para member bisnis online Global Netwok Property™ yang sudah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Yayasan / Foundation yang saya bangun dan saya kelola yaitu <strong>The R.e.c.c Foundation</strong> yang merupakan singkatan dari The Real Estate Consument Community yaitu merupakan komunity dari konsumen property / Real Estate yang menjadi member pada bisnis Global network Property™<br />
Yayasan ini setiap tahun menyelenggarakan liburan gratis bagi para member bisnis online Global Netwok Property™ yang sudah kwalifaid maupun yang beruntung memenangkan undian pada acara annual reward yaitu setiap tahun setelah tutup buku perusahaan.<br />
Tempat liburan yang dipilih tiap tahun berganti – ganti dengan tujuan agar para member yang mengikuti acara ini memiliki wawasan dan pengetahuan yang baru tentang daerah yang mereka kunjungi.<br />
Biaya perjalanan sepenuhnya di tanggung oleh pihak yayasan dan setiap peserta juga mendapatkan uang saku. dan setiap member diberi kesempatan mengajak pasangan mereka dan jika lebih dari 2 orang maka biaya di tanggung oleh peserta yang bersangkutan.<br />
Keberadaan Yayasan / Foundation ini juga dimaksudkan sebagai sarana promosi yang ampuh bagi perusahaan saya karena setiap member yang sudah pernah menikmati liburan garatis akan bercerita banyak kepada teman maupun saudara mereka tentang bisnis yang mereka ikuti yaitu Global Network Property™.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://mesinuangglobal.com/my-foundation/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
